Minggu, 17 Maret 2019

Semiotika


Semiotika merupakan cabang ilmu yang membahas tentang bagaimana cara  memahami  simbol  atau  lambang,  dikenal  dengan  semiologi.  Semiologi sendiri    adalah    salah    satu    ilmu    atau    cabang    yang    digunakan    untuk menginterpretasikan  pesan  (tanda)  dalam  proses  komunikasi.  Bebicara  tentang konsep  symbol  harus  diawali  dengan  pemahaman  tentang  konsep  tanda (“sign”), dimana  tanda  merupakan  unsur  yang  mewakili  unsur  yang  lain.  Pengembangan semiotika dalam bidang  studi dikelompokan menjadi tiga bagian,  yaitu semantic, syntatics,  dan  Pragmatics.  Semiotika  sering  digunakan  dalam  analisis  teks.  Teks tersebut  dapat  berupa  verbal  maupun  nonverbal  dan  bisa  berada  dalam  media apapun.    Istilah  teks  mengacu  pada  pesan,  dan  kumpulan  tanda-tanda  yang dikontruksi  dengan  mengacu  dalam  genre  atau  media  tertentu  (Cahndler,  2006 dalam Vera, 2014: 08).  Metode semiotika digunakan untuk membongkar makna konotatif yang tersembunyi di balik teks media secara menyeluruh, sehingga susah untuk objektif karena banyak faktor  yang mempengaruhi seperti, budaya, pengalaman,  ideologi, dan lain-lain.

Di  dalam  analisis  semiotika,  metode  penelitian  yang  digunakan  adalah pendekatan  kualitatif.  Hal  itu  disebabkan  karena  asumsi  dasar  semiotika  adalah kajian tentang tanda, dimana dalam memaknainya setiap orang akan berbeda-beda sesuai  dengan  budaya,  ideologi,  pengalaman,  dsb.  oleh  sebab  itu,  semiotika sebagai  metode  tafsir  tanda  memiliki  sifat  yang  subjektif.  Dengan  demikian, analisis  semiotika  akan  lebih  sesuai  menggunakan  pendekatan  kualitatif  karena metode  penelitian  kualitatif  bersifat  subjektif  sehingga  instrumen  penelitiannya adalah peneliti sendiri

Judul Paper yang di ambil dalam paper Semiotika ini adalah NARASI GAYA HIDUP DALAM IKLAN (Analisis semiotika iklan produk indomie versi “Cerita Indomie punya Viera”) Oleh : Sumarni bayu Anita, S.sos, M.A

 Pembahasan
Untuk Memperjelas cara subteks di konstruksi, akan coba di jelaskan dalam analisis sebuah iklan televisi tentang gaya hidup. Untuk ini, penulis memilih sebuah iklan indomie, sebuah merk mie produksi indonesia, yang saat ini cukup sering di tayangkan di stasiun-stasiun televisi komersial negeri ini yang berjudul “Cerita Indomie punya Viera”. Tak cukup rasanya jika hanya menampilkan gambar dari iklan yang berdurasi selama 29 detik tersebut saja karena sebuah iklan televisi tidak hanya terdiri dari gambar seperti halnya iklan di media cetak.

 Kesimpulan

Dari pemaparan atas analisis semiotika iklan indomie versi “Cerita Indomie Punya Viera” yang mengkhususkan pada pembahasan dari narasinya. Realitas lainnya itu juga patut di ungkapkan bahwa indomie yang merupakan produksi dalam negeri ( meski di ketahui pula bila bahan utamanya, yakni gandum merupakan bahan makanan impor) yang cukup popular di indonesia bahkan di manca negara. Mie pun tidak mengenal batasan kelas sosial bahkan mie yang biasanya di konsumsi oleh menengah kelas ke bawah, melalui iklan ini berbagai tanda yang di lekatkan di dalamnya menanamkan makna bahwa mie juga di konsumsi oleh kelas mennegah ke atas. Dai berbagai penjelasan di atas, iklan, termasuk pada iklan indomie versi “Cerita Indomie Punya Viera” dengan demikian menjadi bagian yang tak terpisahkan dari penciptaan gaya hidup (life style).





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Perbedaan Penelitian Kuantitaitf Dan Kualitatif

Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bersifat eksploratif, yaitu bertujuan untuk memahami kondisi dan pemikiran masyarakat pa...