Senin, 25 Maret 2019

Perbedaan Penelitian Kuantitaitf Dan Kualitatif



Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bersifat eksploratif, yaitu bertujuan untuk memahami kondisi dan pemikiran masyarakat pada umumnya. Contohnya dengan cara mengadakan survei dan kuisioner dengan pertanyaan terbuka, serta proses wawancara. Dengan melakukan penelitian kualitatif ini, diharapkan supaya peneliti bisa lebih mengerti gambaran luas sebuah persoalan, dan lebih mengetahui penyebab atau alasan dari sebuah situasi.

Pertanyaan terbuka sangat sering digunakan dalam survei kualitatif, karena dapat menghasilkan jawaban-jawaban terbuka yang dapat menambah wawasan serta pemahaman terhadap sebuah situasi.

Tujuan utama penelitian ini adalah understanding, yaitu mendapat pemahaman yang lebih luas. Dari hasil penelitian kualitatif ini, biasanya dapat diambil sebuah kesimpulan. Contohnya, dari hasil survei tentang pendapat pembeli dari produk X, dan setelah mewawancarai beberapa pembeli, ternyata diketahui bahwa kemasan produk X kurang menarik.

Data kualitatif yang diperoleh bisa berupa teks, gambar, audio, video. Misalnya, dalam penelitian yang memerlukan proses wawancara, biasanya sesi wawancara tersebut direkam dengan menggunakan kamera dan mic, sehingga dihasilkan rekaman suara dan video.

Sedangkan Penelitian kuantitatif merupakan penelitian untuk menghitung dan mengukur sebuah aspek, tentunya aspek-aspek yang bisa diukur menggunakan angka atau persentase. Contoh data kuantitatif pada umumnya adalah panjang, lebar, tinggi, luas, volum, waktu, kecepatan, harga, temperatur, usia, dan lain sebagainya.

Contoh lain adalah pada survei atau penyebaran kuisioner, menyertakan pertanyaan tertutup seperti pilihan ganda, atau pertanyaan yang jawabannya adalah ya atau tidak. Dari kuisioner tersebut, bisa didapat berapa jumlah responden yang menjawab ya, dan berapa banyak yang menjawab tidak. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan mana jawaban yang termasuk mayoritas.

Tujuan dari penelitian ini adalah mengumpulkan data yang kemudian bisa diolah menggunakan teori, model, dan rumus matematika, sehingga dapat diambil sebuah kesimpulan yang pasti.

Data kuantitatif yang diperoleh hanya berupa angka atau persentase. Misalnya, dari 50 survei yang disebarkan, 30 orang menjawab ya, 20 orang menjawab tidak, berarti persentasenya adalah 60% ya, 40% tidak.

Contoh Data Kualitatif

Data kualitatif adalah data yang bersifat deskripsi, pendapat, atau opini. Data kuantitatif bisa berupa teks, gambar, audio, video. Berikut ini adalah contoh-contoh data kualitatif yang bisa dikumpulkan:

1. Pendapat masyarakat tentang masalah pengganguran di Indonesia
2. Kepuasan pelanggan terhadap pelayanan sebuah restoran
3. Alasan dan motivasi konsumen membeli sebuah produk
4. Hasil wawancara (interview) seseorang tentang pengalaman kerja
5. Kritik dan saran mahasiwa kepada seorang dosen
6. Tingkat stres dan kekhawatiran seorang pasien
7. Pandangan masyarakat terhadap kinerja sebuah perusahaan
Contoh Data Kuantitatif

Data kuantitatif adalah semua data yang bersifat numerik, yaitu berupa angka dan dapat diukur. Contoh umumnya adalah panjang, lebar, tinggi, luas, volum, waktu, kecepatan, harga, temperatur, usia, dan lain sebagainya. Berikut ini adalah contoh-contoh data kuantitatif yang bisa diperoleh, beberapa data dapat dibandingkan dengan contoh data kuantitatif di atas

1. Persentase tingkat pengangguran di Indonesia (Perbandingan jumlah penduduk yang tidak mempunyai pekerjaan dengan jumlah penduduk total di Indonesia)
Banyaknya pelanggan yang tidak puas terhadap pelayanan di restoran
2. Seberapa banyak orang yang membeli sebuah produk
3. Berapa tahun pengalaman kerja seseorang
4. Banyaknya mahasiswa yang puas dengan sistem pengajaran seorang dosen
5. Tingkat gula darah seorang pasien
6.. Harga saham sebuah perusahaan
Contoh Penelitian Kualitatif

 A. Survei Restoran

Restoran X ingin mengetahui pendapat dari para pelanggan terhadap menu makanannya. Karena itu, restoran X mengeluarkan kuisioner yang sebagian besar berisi pertanyaan-pertanyaan terbuka, sebagai berikut:

1. Makanan apa yang menjadi favorit anda?
2. Mengapa anda memilih makanan tersebut?
3. Makanan apa yang pernah anda pesan, dan rasanya kurang enak?
4. Apakah penyebab rasa yang kurang enak tersebut? (misal, kurang asin, atau terlalu manis)
5. Makanan apa yang anda suka dan ingin memesannya, tetapi tidak ada pada menu restoran ini?

Dari hasil kuisioner ini, dapat diambil sebuah kesimpulan yang bisa ditindak-lanjuti. Misal, sebagian besar responden menyatakan bahwa menu nasi goreng rasanya kurang enak, dan juga menjawab bahwa menu nasi goreng tersebut terlalu asin. Restoran A dapat dengan mudah melakukan tindak lanjut, misalnya dengan mengurangi penggunaan garam pada nasi goreng.

B. Wawancara Perusahaan

Perusahaan Y ingin mengetahui tingkat kebahagiaan pegawainya serta ingin meningkatkan loyalitas para pegawainya. Untuk itu, perusahaan Y mengadakan sesi wawancara kepada sebagian besar pegawainya. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dalam wawancara tersebut mengandung pertanyaan-pertanyaan terbuka seperti berikut:

1. Apa keuntungan anda bekerja di perusahaan ini?
2. Apa yang membuat anda betah bekerja di perusahaan ini selama sekian tahun?
3. Apa kelebihan bekerja di perusahaan ini, dibandingkan dengan rekan-rekan anda di perusahaan lain?
4. Apa keluhan-keluhan anda dalam sekian tahun ini bekerja?

Hal apa yang bisa diperbaiki atau dibenahi dalam perusahaan ini?
Dari hasil wawancara ini, perusahaan Y bisa mengetahui alasan pegawainya bekerja di perusahaan tersebut. Selain itu, perusahaan Y bisa mengetahui hal-hal yang kurang baik dan perlu diperbaiki. Hasil wawancara ini sangat membantu perusahaan Y untuk memahami para pegawainya, dan kemudian perusahaan Y bisa menindak-lanjuti dan membenahi hal-hal yang menjadi keluhan para pegawainya.


Contoh Penelitian Kuantitatif

A. Survei Kesehatan

Perusahaan Y ingin mengetahui tingkat kesehatan pegawainya. Untuk itu, perusahaan membuat sebuah survei, yang sebagian besar pertanyaannya adalah pertanyaan tertutup (pilihan ganda). Contoh-contoh pertanyaan dalam survei tersebut adalah sebagai berikut

1. Apakah anda merokok?
               
            * Ya
             
            * Tidak

2. Seberapa sering anda meminum alkohol?

           * Tidak pernah
           
           * Satu kali dalam sebulan

           * Satu kali dalam seminggu

           * Tiga kali dalam seminggu

           * Lebih dari tiga kali dalam seminggu


3. Apakah anda pernah menggunakan narkoba?

           * Ya

           * Tidak

Dari pertanyaan-pertanyaan ini, akan didapat hasil survey dengan jumlah pasti. Kesimpulan yang didapat berupa angka atau persentase, misalnya, jumlah pegawai yang merokok adalah 40%.

B. Mengukur Demografi Usia

Jumlah penduduk Amerika Serikat pada pertengahan tahun 2016 berjumlah 323.700.000. Peneliti ingin menggolongkan jumlah ini berdasarkan tiga grup usia, yaitu usia dibawah 14 tahun, usia 15 hingga 64 tahun, dan usia diatas 65 tahun. Dengan bantuan konsensus dan pemerintah, ditemukan hasil sebagai berikut:

Usia dibawah 14 tahun: 19.4%
Usia 15 – 64 tahun: 66.2%
Usia diatas 65 tahun: 14.4%

Pembukaan S2 Ilmu Komunikasi STISIPOL Candradimuka Palembang


Pada kesempatan ini saya akan membahas tentang Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Politik (Stisipol) Candradimuka Palembang yang telah membuka Program Pasca Sarjana S2 dalam bidang Ilmu Komunikasi . Program yang akan membuka angkatan pertama ini juga telah menerima Surat Keputusan Pendirian S2 Ilmu Komunikasi di Stisipol Candradimuka yang diserahkan langsung oleh Kepala LLDIKTI Wilayah II Prof. Dr. Slamet Widodo, M.S., M.M dan langsung diterima oleh Ketua STISIPOL Candradimuka Ibu Dr. Hj. Lishapsari Prihatini, M.Si didampingi Ketua Yayasan Seni dan Ilmu Pengetahuan Bapak H. Yudi Dewanto, S.E, pada Kamis, (14/3/2019) lalu di Hotel Novotel Bandar Lampung.

Waktu pendaftarannya sendiri dibuka setiap hari Senin sampai Sabtu, pukul 08.30 WIB sampai dengan pukul 17.30 di Kantor Administrasi Program Studi S2 Ilmu Komunikasi Gedung A STISIPOL Candradimuka, Jalan Swadaya Sekip Ujung Palembang, 30128. Ada tes tertulis dan wawancara, pada tanggal 3 Agustus (Gelombang I) yang diumumkan pada tanggal 15 Agustus, serta diharuskan membayar sekaligus registrasi ulang di 16 – 20 Agustus dan lebih kerennya lagi ada diskon dengan hanya tunjukan kartu identitas wartawan dapat diskon spesial  kuliah S2 di Stisipol Candradimuka Palembang.  Link buat baca lebih lanjut http://palembang.tribunnews.com/2019/03/23/tunjukkan-kartu-identitas-wartawan-dapat-diskon-spesial-kuliah-s2-di-stisipol-candradimuka-palembang

Ayo Segera Daftarkan diri kalian ke Pasca Sarjana Ilmu Komunikasi STISIPOL Candradimuka Palembang. Bagi yg Merupakan Alumni Stisipol Candradimuka akan Mendapatkan Potongan Diskon!!!



Minggu, 24 Maret 2019

Creativepreneur Millennials Bersama All New Ertiga

Setelah di tahun 2018 kemarin, Suzuki menghadirkan wajah baru All New Ertiga kini di tahun 2019 PT Suzuki Indomobil Sales menghadirkan All New Ertiga Sport.

All New Suzuki Ertiga Sport ini sendiri secara resmi diperkenalkan kepada masyarakat Palembang langsung oleh PT Nusa Sarana Citra Bakti.  Main dealer Suzuki area Sumatera Selatan ini  melaunching Suzuki All New Ertiga Sport di kota Palembang pada Minggu siang, 24 Maret 2019, di main atrium Palembang Indah Mall.






“Kebanggan Keluarga” varian teranyar ini tampil modern, lebih agresif dan sporty dengan sebelas pembaruan fitur mutakhir yang semakin memberikan kenyamanan dan keamanan untuk konsumen.

Pada acara tersebut hadirnyarnya youtuber Gofar Hilham untuk meramaikan acara Talk Show mengenai Launching Suzuki All New Ertiga Sport.

Sabtu, 23 Maret 2019

Analisis Wacana

Analisis wacana adalah sebuah kajian yang menenliti atau menganalisis bahasa yang digunakan secara alamiah,baik dalam bentuk tulis maupun lisan terhadap para pengguna sebagai suatu elemen masyarakat. Kajian terhadap suatu wacana dapat dilakukan secara struktural dengan menghubungkan antara teks dan konteks, serta melihat suatu wacana secara fungsional dengan menganalisis tindakan yang dilakukan seseorang untuk tujuan tertentu untuk memberikan makna kepada partisipan yang terlibat. Data yang digunakan dalam analisis wacana yaitu dengan cara berfokus kepada pengkontruksian secara kewacanaan yang meliputi teks tulis yang berupa ragam tulisan, dan teks lisan yang berupa ragam tuturan.


Manfaat Analisis wacana yaitu untuk memahami suatu bahasa yang tentu bermanfaat dalam proses belajar bahasa dan perilaku berbahasa serta meningkatkan pemerolehan kompetensi komunikatif.
Analisis wacana memungkinkan kita melihat bagaimana pesan diorganisasikan, digunakan serta dipahami. Selain itu, analisis wacana juga dapat memungkinkan kita melacak variasi cara yang digunakan oleh komunikator baik penulis, pembicara dan sutradara dalam mencapai tujuan atau maksud tertentu melalui pesan berisi wacana-wacana tertentu yang disampaikan.

Jenis-Jenis Analisis Wacana 

1. Wacana Respresentasi

Wacana Respresentasi (discourse of representation) adalah jenis wacana ini bersifat positivistik modernisme. Peneliti terpisah dari objek yang diteliti dan mempersepsi objek serta membuat representasi realitas dalam bentuk pengungkapan bahasa dan tidak bersifat kritikal.


2. Wacana Pemahaman
Wacana pemahaman atau wacana interpretif (discourse of postmodernism) adalah jenis wacana ini bersifat interpretive modernism. Antara peneliti dengan objek atau realitas yang diteliti tidak terpisah. Realitas didefiniskan oleh peneliti melalui interaksi antara yang mengetahui subjek penelitian atau informan dengan pengetahuan terutama dari sumber-sumber literatur. Peneliti menstruktur observasi yang diketahui atau realitas dan tidak bersifat kritikal.

3. Wacana Keragu-raguan

Wacana keragu-raguan (discourse of suspicion) adalah jenis wacana ini bersifat struktural dan critical modernism. Peneliti mengkonstruksi realitas berdasarkan frame social arrangement dan bersifat kritikal.

4. Wacana Posmodernisme

Wacana posmodernisme (discourse of posmodernisme) adalah jenis wacana yang bersifat poststructural dengan menolak segala social arrangement dan bersifat kritikal.

Judul paper yang di kemukakan adalah ANALISIS WACANA KRITIS IDEOLOGI POLITIK: STUDI KASUS TERHADAP KUIS KEBANGSAAN WIN-HT DI RCTI Oleh: Sumarni Bayu Anita, S.Sos, M.A. Analisis wacana muncul sebagai suatu pendekatan ilmu-ilmu sosial sekurang-kurangnya dalam lima belas tahun terakhir. Sampai tingkat tertentu, dia merupakan penerapan praktis dari apa yg di kenal sebagai epistomologi dalam studi filsafat. Analisis wacana kritis ideologi politik terhadap kuis kebangsaan WIN-HT di RCTI pada paper ini akan diteliti berdasarkan analisis teks yang mempertemukan berbagai teori-teori analisis wacana kritis terutama yang berkaitan dengan ideologi politik.

Kesimpulan

Tidak ada yang pro sesungguhnya dengan kuis Kebangsaan  WIN-HT di RCTI ini, bahkan redaksi RCTI pun dalam pernyataannya dalam kompleks preferensi pun merasa tidak tahu-menahu akan isi tayangan yang mereka golongkan sebagai iklan individu tersebut.

Kamis, 21 Maret 2019

Studi Kasus

Dalam tradisi penelitian kualitatif dikenal terminologi studi kasus (case study) sebagai sebuah jenis penelitian. Studi kasus diartikan sebagai  metode atau strategi dalam penelitian untuk mengungkap kasus tertentu. Ada juga pengertian lain, yakni hasil dari suatu penelitian sebuah kasus tertentu. Jika pengertian pertama lebih mengacu pada strategi penelitian, maka pengertian kedua lebih pada hasil penelitian.



Menurut Bogdan dan Bikien (1982) studi kasus merupakan pengujian secara rinci terhadap satu latar atau satu orang subjek atau satu tempat penyimpanan dokumen atau satu peristiwa tertentu . Surachrnad (1982) membatasi pendekatan studi kasus sebagai suatu pendekatan dengan memusatkan perhatian pada suatu kasus secara intensif dan rinci. SementaraYin (1987) memberikan batasan yang lebih bersifat teknis dengan penekanan pada ciri-cirinya. Ary, Jacobs, dan Razavieh (1985) menjelasan bahwa dalam studi kasus hendaknya peneliti berusaha menguji unit atau individu secara mendalarn. Para peneliti berusaha menernukan sernua variabel yang penting.

Berdasarkan batasan tersebut dapat dipahami bahwa batasan studi kasus meliputi:
1. sasaran penelitiannya dapat berupa manusia, peristiwa, latar, dan dokume
2. sasaran-sasaran tersebut ditelaah secara mendalam sebagai suatu totalitas sesuai dengan latar atau konteksnya masing-masing dengan maksud untuk mernahami berbagai kaitan yang ada di antara variabel-variabelnya.

 Beberapa Manfaat Penelitian Studi Kasus
1. Studi Kasus merupakan sarana utama bagi penelitian emik, yakni menyajikan pandangan subjek yang diteliti,

2. Studi Kasus menyajikan uraian menyeluruh yang mirip dengan apa yang dialami pembaca dalam kehidupan sehari-hari (everyday real-life),

3. Studi Kasus merupakan sarana efektif untuk menunjukkan antara peneliti dengan subjek atau informan,

4. Studi Kasus memungkinkan pembaca untuk menemukan konsistensi internal yang tidak hanya merupakan konsistensi gaya dan konsistensi faktual tetapi juga keterpercayaan (trustworthiness),

5. Studi Kasus memberikan “uraian tebal” yang diperlukan bagi penilaian atas tranferabilitas,

6. Studi Kasus terbuka  bagi penilaian atas konteks yang turut berperan bagi pemaknaan atas fenomena dalam konteks tersebut.

Jenis-jenis Studi Kasus 
a. Studi kasus kesejarahan mengenai organisasi, dipusatkan pada perhatian organisasi

tertentu dan dalam kurun waktu tertentu, dengan rnenelusuni perkembangan organisasinya. Studi mi sening kunang memungkinkan untuk diselenggarakan, karena sumbernya kunang mencukupi untuk dikerjakan secara minimal.

b. Studi kasus observasi, mengutamakan teknik pengumpulan datanya melalul observasi peran-senta atau pelibatan (participant observation), sedangkan fokus studinya pada suatu organisasi tertentu.. Bagian-bagian organisasi yang menjadi fokus studinya antara lain: (a) suatu tempat tertentu di dalam sekolah; (b) satu kelompok siswa; (c) kegiatan sekolah.

c. Studi kasus sejarah hidup, yang mencoba mewawancarai satu onang dengan maksud mengumpulkan narasi orang pertama dengan kepemilikan sejarah yang khas. Wawancara sejarah hiclup biasanya mengungkap konsep karier, pengabdian hidup seseorang, dan lahir hingga sekarang. masa remaja, sekolah. topik persahabatan dan topik tertentu lainnya.

d. Studi kasus kemasyarakatan, merupakan studi tentang kasus kemasyarakatan (community study) yang dipusatkan pada suatu lingkungan tetangga atau masyarakat sekitar (kornunitas), bukannya pada satu organisasi tertentu bagaimana studi kasus organisasi dan studi kasus observasi.

Judul paper yang di buat oleh Sumarni Bayu Anit, S.Sos, M.A adalah : ANALISIS PERENCANAAN & STRATEGI KOMUNIKASI BIROKRASI: STUDI KASUS TENTANG IMPLEMENTASI PROGRAM JENJANG JABATAN AKADEMIK DOSEN DI KOPERTIS WILAYAH II PALEMBANG

Metodologi Penelitian

Berdasarkan tulisan Creswell (2010(, maka penelitian ini termasuk penelitian dengan pendekatan kualitatif karena ingin memahami bagaimana kopertis Wilayah II Palembang melaksanakan perencanaan dan strategi komunikasi birokrasi dalam pengimplentasian program JJA Dosen yang berada di lingkungannya. Secaralugas, rancangan penelitian dalam penelitian ini, yaitu:

1. Asumsi-asumsi pandangan dunia filosofisnya adalah pragmatisme. Menurut Creswell (2010:15-17), pragmatisme sebagai pola pikir muncul dalam tindakan, situasi, dan konsekunsei serta solusi terhadap masalah-masalah yang muncul.

2. Strategi penelitian yang berhubungan asumsi-asumsi tersebut adalah studi kasus. Creswell (2010:20) menyatakan bahwa studi kasus merupakan strategi penelitian dimana di dalamnya peneliti menyelidiki  secara cermat suatu program, peristiwa, aktivitas, proses,  atau sekelompok individu.

3. Metode atau prosedur-prosedur spesifik yang dapat menerjemahkan strategi tersebut ke dalam praktik nyatanya adalah wawancara dan studi literatur. Wawancara dilakukan untuk memperoleh data primer langsung dari informan kunci, sedangkan studi literatur dilakukan untuk memperoleh data sekunder melalui bermacam sumber tertulis seperti laporan hasil penelitian, buku, dan tulisan-tulisan di internet.


  Hasil Analisis & Diskusi.

Sekarang kebutuhan tenaga spesialis untuk menggerakkan program komunikasi makin banyak diperlukan. kebutuhan ini tidak saja untuk menjalankan program kehumasan di lembaga-lembaga pemerintahan dan perusahaan swasta (corporate) untuk kebutuhan pencitraan atau penanganan konflik antara media dengan instasi, tapi lebih jauh pada usaha-usaha untuk meningkatkan pemahaman atas sebuah kampanye atau program sehingga tujuan dapat di capai. dari berbagai pengalaman dalam melaksanakan program-program pembangunan tidak sedikit yang mengalami kegagalan akibat dukungan komunikasi yang kurang atas program tersebut. berdasarkan pemahaman itu yang di pandu dengan teori mengenai perencanaan komunikasi difusi inovasi oleh Everett M. Rogers.

  Kesimpulan

tidak ada model perencanaan komunikasi yang dapat di gunakan secara universal (tidak ada yang ideal) melainkan sesuai dengan kondisi dan realitas yang ada. perencaan dan strategi komunikasi perlu dibuat untuk menggantisipasi gangguan dan rintangan yang terjadi dalam sebuah program yang dilakukan. dari penelitian ini, di peroleh hasil bahwa kopertis wilayah II palembang sudah melaksanakan program JJA dosen dengan baik sesuai dengan kebijakan komunikasi yang di amanahkan oleh kemendikbud melalui permenpan nomor 17 tahun 2013. kopertis wilayah II palembang juga sudah berusaha melakukan koordinasi yang baik dengan pimpinan-pimpinan PTS yang berada dibawah naungannya untuk mensosialisasikan kepada para dosen mereka agar aktif dalam program JJA dosen. kalaupun masih di temukan kendala ditubuh kopertis sendiri, maka dari hasil penelitian ini diketahui bahwa dari 8 macam rintangan yang di klasifikasikan oleh Canggara (2013: 37-39), adapun rintangan yang paling besar yang dihadapi oleh kopertis wilayah II palembang dalam implementasi program JJA dosen adalah rintangan birokrasi.

Selasa, 19 Maret 2019

Agenda Seting

Agenda setting adalah upaya media untuk membuat pemberitaannya tidak semata-mata menjadi saluran isu dan peristiwa. Ada strategi, ada kerangka yang dimainkan media sehingga pemberitaan mempunyai nilai lebih terhadap persoalan yang muncul. Idealnya, media tak sekedar menjadi sumber informasi bagi publik. Namun juga memerankan fungsi untuk mampu membangun opini publik secara kontinyu tentang persoalan tertentu, menggerakkan publik untuk memikirkan satu persoalan secara serius, serta mempengaruhi keputusan para pengambil kebijakan. Di sinilah kita membayangkan fungsi media sebagai institusi sosial yang tidak melihat publik semata-mata sebagai konsumen.


Dan Agenda Setting Theory adalah teori yang menyatakan bahwa media massa merupakan pusat penentuan kebenaran dengan kemampuan media massa untuk mentransfer dua elemen yaitu kesadaran dan informasi ke dalam agenda publik dengan mengarahkan kesadaran publik serta perhatiannya kepada isu-isu yang dianggap penting oleh media massa.

Dua asumsi dasar yang paling mendasari penelitian tentang agenda setting adalah:

1. masyarakat pers dan mass media tidak mencerminkan kenyataan; mereka menyaring dan membentuk isu

2.  konsentrasi media massa hanya pada beberapa masalah masyarakat untuk ditayangkan sebagai isu-isu yang lebih penting daripada isu-isu lain


Tahapan pembentukan Agenda Setting

Gladys Engel Lang dan Kurt Lang seperti yang dikutip dari buku Alex Sobur (2012) melakukan penelitian antara hubungan pers dan pembentukan opini publik pada skandal Watergate. Penelitian tersebut menyatakan proses penempatan isu pada agenda publik memakan waktu dan melalui beberapa tahap. Penelitian itu juga menyatakan bahwa cara media membingkai isu dan kata-kata sandi yang mereka gunakan ntuk menggambarkannya dapat mempunyai dampak dan bahwa peran-peran individu-individu terkenal yang berkomentar pada isu tersebut menjadi sesuatu yang penting


Salah satu aspek yang paling penting dalam konsep agenda setting adalah peran fenomena komunikasi massa, berbagai media massa memiliki penentuan agenda yang potensial berbeda termasuk intervensi dari pemodal
Judul Papernya adalah PROSTITUSI ARTIS ONLINE DALAM KONSTRUKSI REALITAS SOSIAL (Studi Kasus Tertangkapnya Artis AA dalam Bingkai Harian Sriwijaya Post) Oleh: Sumarni Bayu Anita, S.Sos, M.A.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membongkar isu dari prostitusi online ini melalui teori konstruksi sosialnya berger dan luckman yang menekankan pada bagian interaksi sosial yang dialektis dari tiga bentuk realitas yang menjadi entry concpet, yakni objective reality, symbolic reality, dan subjective reality

Senin, 18 Maret 2019

Ulang Tahun Dosen Pengampu Mk MPK


Halo semuanya apa kabar semoga sehat selalu amin. Jadi pada kesempatan ini saya sebagai penulis akan berbagi cerita  mengenai hari ulang tahun salah satu dosen Stisipol Candradimuka Palembang yakni Sumarni Bayu Anita, S.Sos, M.A yang ke 35 Tahun.

Teruntuk Dosen yang saya banggakan  selamat atas ulang tahunnya yang ke 35 Tahun, semoga sehat selalu, panjang umurnya, murah rezeki, apa yang diinginkan ditahun ini dikabulkan oleh tuhan, dan karirpun selalu melambung tinggi Amin.

Jadi pada hari rabu tepatnya pada jam mata kuliah selesai kami dari jurusan Ilmu komunikasi semester 6 memberikan kejutan kecil terhadap Ibu Bayu Anita, S.Sos, M.A . Kami sengaja memberikan kejutan di akhir jam kuliah selesai, kami dari kelas pagi semester 6 memberikan kue ulang tahun dan kami memang sengaja untuk memberikan kejutan itu di akhir jam kelas usai karna supaya tidak mengganggu situasi saat pembelajaran di kelas. Setelah usai kami memberikan kejutan tersebut kami melakukan foto bersama di ruangan kelas tersebut.

Minggu, 17 Maret 2019

Semiotika


Semiotika merupakan cabang ilmu yang membahas tentang bagaimana cara  memahami  simbol  atau  lambang,  dikenal  dengan  semiologi.  Semiologi sendiri    adalah    salah    satu    ilmu    atau    cabang    yang    digunakan    untuk menginterpretasikan  pesan  (tanda)  dalam  proses  komunikasi.  Bebicara  tentang konsep  symbol  harus  diawali  dengan  pemahaman  tentang  konsep  tanda (“sign”), dimana  tanda  merupakan  unsur  yang  mewakili  unsur  yang  lain.  Pengembangan semiotika dalam bidang  studi dikelompokan menjadi tiga bagian,  yaitu semantic, syntatics,  dan  Pragmatics.  Semiotika  sering  digunakan  dalam  analisis  teks.  Teks tersebut  dapat  berupa  verbal  maupun  nonverbal  dan  bisa  berada  dalam  media apapun.    Istilah  teks  mengacu  pada  pesan,  dan  kumpulan  tanda-tanda  yang dikontruksi  dengan  mengacu  dalam  genre  atau  media  tertentu  (Cahndler,  2006 dalam Vera, 2014: 08).  Metode semiotika digunakan untuk membongkar makna konotatif yang tersembunyi di balik teks media secara menyeluruh, sehingga susah untuk objektif karena banyak faktor  yang mempengaruhi seperti, budaya, pengalaman,  ideologi, dan lain-lain.

Di  dalam  analisis  semiotika,  metode  penelitian  yang  digunakan  adalah pendekatan  kualitatif.  Hal  itu  disebabkan  karena  asumsi  dasar  semiotika  adalah kajian tentang tanda, dimana dalam memaknainya setiap orang akan berbeda-beda sesuai  dengan  budaya,  ideologi,  pengalaman,  dsb.  oleh  sebab  itu,  semiotika sebagai  metode  tafsir  tanda  memiliki  sifat  yang  subjektif.  Dengan  demikian, analisis  semiotika  akan  lebih  sesuai  menggunakan  pendekatan  kualitatif  karena metode  penelitian  kualitatif  bersifat  subjektif  sehingga  instrumen  penelitiannya adalah peneliti sendiri

Judul Paper yang di ambil dalam paper Semiotika ini adalah NARASI GAYA HIDUP DALAM IKLAN (Analisis semiotika iklan produk indomie versi “Cerita Indomie punya Viera”) Oleh : Sumarni bayu Anita, S.sos, M.A

 Pembahasan
Untuk Memperjelas cara subteks di konstruksi, akan coba di jelaskan dalam analisis sebuah iklan televisi tentang gaya hidup. Untuk ini, penulis memilih sebuah iklan indomie, sebuah merk mie produksi indonesia, yang saat ini cukup sering di tayangkan di stasiun-stasiun televisi komersial negeri ini yang berjudul “Cerita Indomie punya Viera”. Tak cukup rasanya jika hanya menampilkan gambar dari iklan yang berdurasi selama 29 detik tersebut saja karena sebuah iklan televisi tidak hanya terdiri dari gambar seperti halnya iklan di media cetak.

 Kesimpulan

Dari pemaparan atas analisis semiotika iklan indomie versi “Cerita Indomie Punya Viera” yang mengkhususkan pada pembahasan dari narasinya. Realitas lainnya itu juga patut di ungkapkan bahwa indomie yang merupakan produksi dalam negeri ( meski di ketahui pula bila bahan utamanya, yakni gandum merupakan bahan makanan impor) yang cukup popular di indonesia bahkan di manca negara. Mie pun tidak mengenal batasan kelas sosial bahkan mie yang biasanya di konsumsi oleh menengah kelas ke bawah, melalui iklan ini berbagai tanda yang di lekatkan di dalamnya menanamkan makna bahwa mie juga di konsumsi oleh kelas mennegah ke atas. Dai berbagai penjelasan di atas, iklan, termasuk pada iklan indomie versi “Cerita Indomie Punya Viera” dengan demikian menjadi bagian yang tak terpisahkan dari penciptaan gaya hidup (life style).





Rabu, 13 Maret 2019

Milenial Road Safety Festifal

Halo teman-teman balik lagi di blog saya , sebelum masuk ke inti dari tulisan ini alangkah baiknya saya sebagai penulis memberi tahu indentitas saya sedikit , saya saat ini adalah maha siswa di salah satu perguruan tinggi di Kota Palembang saat ini juga saya semester enam (6) dan mengabil jurusan Ilmu Komunikasi. Di blog ini saya akan berbagi sedikit cerita tentang Millenial Road Safety Festival di Palembang, yang menurut saya amat sangat membatu untuk Mewujudkan Millennial Cinta Lalu Lintas Menuju Indonesia Gemilang.





Jadi pada kesempataan ini saya sebagai penulis akan membagikan cerita yang  penulis ketahui yakni tentang Milenial Road Safety Festifal yang di adakan di kota Palembang lebih tepatnya lagi di Benteng Kuto Besak (BKB) Pada tanggal 09 maret 2019 . Dan dimeriahkan oleh Raffi Ahmad, Yuki kato, dan salah satu band yang sudah tidak asing lagi di kalangan masyarakat yakni Andra And The Backbone.




Menurut pendapat saya sendiri sebagai penulis mengenai Milenia Road Safety Festifal ini sendiri mengajarkan kita bagaimana cara berkendara supaya aman saat di jalanan , acara ini juga sempat ramai sehingga untuk melihat acara ini dari depan panggung itu amat sulit dikarenakan banyaknya pengunjung yang hadir untuk meramaikan acara Milenial Road Safety Festifal.





Pada acara Milenial Road Safety Festifal Orang Nomor satu di indonesia yakni Presiden kita saat ini Joko Widodo berkesmpatan hadir di dalam acara tersebut, Beliau datang dengan di kawal oleh beberapa anggota yang bertugas di acara tersebut. Kedatangan beliau sudah ditunggu-tunggu oleh masyarakat setempat, tak hanya itu saja pada saat penyambutan datangnya jokowi ke acara tersebut Dalam kegiatan ini pula dipecahkan rekor Muri dengan membentangkan kain Jumputan yang merupakan kain khas Palembang di atas Jembatan Ampera sepanjang 1.1 kilometer.



Dalam acara Milenial Road Safety ini salah satu seorang pelajar memenangkan Doorprize yang mana hadiah utamanya adalah satu buah mobil Toyota ayla berwarna silver, seorang pelajar ini bernama Fardlan kelas dua (2) ia bersekolah di SMA Negeri 19 Palembang. Beruntung banget yah bisa bawa pulang mobil gratis jadi pengen wkwk. Yah mungkin hanya ini saja yang bisa saya ceritakan mudah-mudahan siapapun yang membaca tulisan saya ini,  nasipnya bisa kaya si Fardlan Amin. See You Next Time :)

Senin, 11 Maret 2019

SEMINAR BROADCASTING RADIO : Talkshow Interaktif bersama GenPI Sumsel

Halo teman- teman selamat datang di blog saya disini saya sebagai penulis dan juga saat ini sebagai maha siswa di Salah satu perguruan tinggi di Palembang , jurusan yang saya ambil saat ini adalah Ilmu Komunikasi , di blog ini penulis ingin berbagi sedikit pengalaman dan ilmu yang dimana siapa tahu berguna bagi semua pembaca yang mampir di blog ini.

(Foto 1 : Foto Bersama Narasumber di Aula STISIPOL CANDRADIMUKA)

Pada kesempatan ini penulis ingin membagi pengalaman tentang seminar yang penulis ikuti di Aula Stisipol Candradimuka Palembang  pada Tanggal 12 Feb 2019, pukul 09.00 yang berjudul Seminar Broadcasting : Talkshow Interaktif bersama GenPI Sumsel.
Pada seminar tersebut mendatangi narasumber Anggun Prisma (Anchor Elshinta Palembang) Sumarni Bayu Anita, S.Sos,M.A (Ketua Umum GenPI Sumsel) dan Haris Ansor (Pemenang Kategori Pembaca Berita KPID Sumsel Award 2018).

 (Foto 2 : Seminar Broadcasting di Aula STISIPOL CANDRADIMUKA)



Menurut saya sendiri sebagai penulis mengenai seminar Broadcasting Seru, asyik ,mendapatkan wawasan baru dan penuh edukasi yang dimana telah di sampaikan oleh narasumber tersebut .
Tak hanya itu persertapun juga dapat mengikuti beberapa perlombaan yang di adakan di seminar Broadcasting yakni seperti LOMBA BACA BERITA RADIO,LOMBA VLOG COMPETION, Dan beberapa Game seru lainnya!

Ternyata di seminar tersebut juga membahas tentang Hut ELSHINTA Radio (2000-2019) dan bekerja sama langsung dengan GenPI Sumsel sebagai sarana Edukasi bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi  khususnya dan tak terlepas juga untuk umum. karena banyak juga perserta dari kalangan umum yang mengikuti seminar tersebut.

Narasumber dari Radio Elshinta yang bernama Anggun Prisma berbagi ilmu bagaimana cara menjadi seorang penyiar radio yang baik dan benar dan berbagi informasi seputar Radio Elshinta, Radio Elshinta ini juga memberikan informasi tentang berita yang di siarkan 24 jam di Indonesia. Dan setelah pembahasan Radio Elshinta selesai dilanjutkan dengan Narasumber dari GenPI Sumsel yaitu 
Sumarni Bayu Anita, S.Sos,M.A (Ketua umun GenPI Sumsel) disana membahas awal mula terbentuknya GenPI Sumsel dan berbagai sistem mengenai GenPI Sumsel tersebut, di saat itu juga GenPI Sumsel melakulan Live Calling yang di siarkan di Radio Elshinta namun saya sebagai penulis tidak begitu mendengar pembicaraan tersebut dengan seksama dikarenakan adanya nois di saat itu.

 (Foto 3 : Seminar Broadcasting di Aula STISIPOL CANDRADIMUKA)


 (Foto 4 : Seminar Broadcasting di Aula STISIPOL CANDRADIMUKA)


 (Foto 5 : Seminar Broadcasting di Aula STISIPOL CANDRADIMUKA)


Mungkin itu saja yang bisa saya sampaikan sebagai penulis, selebihnya saya sebagai penulis berharap apa yang saya tulis bisa membantu atau memuaskan kalian para pembaca Terimakasih :)


Minggu, 10 Maret 2019

Grounded Theoy



ImagePendekatan grounded teori (Grounded Theory Approach) adalah metode penelitian kualitatif yang menggunakan sejumlah prosedur sistematis guna mengembangkan teori dari kancah. Pendekatan ini pertama kali disusun oleh dua orang sosiolog; Barney Glaser dan Anselm Strauss. Untuk maksud ini keduanya telah menulis 4 (empat) buah buku, yaitu; “The Discovery of Grounded Theory” (1967), Theoritical Sensitivity (1978), Qualitative Analysis for Social Scientists (1987), dan Basics of Qualitative Research: Grounded Theory Procedures and Techniques (1990). Menurut kedua ilmuwan ini, pendekatan Grounded Theory merupakan metode ilmiah, karena prosedur kerjanya yang dirancang secara cermat sehingga memenuhi keriteria metode ilmiah. Keriteria dimaksud adalah adanya signikansi, kesesuaian antara teori dan observasi, dapat digeneralisasikan, dapat diteliti ulang, adanya ketepatan dan ketelitian, serta bisa dibuktikan.

Langkah Langkah penelitian Grounded Theory

a.       Merumuskan Masalah Penelitian

Perumusan masalah pada penelitian grounded research dilakukan secara bertahap, yakni pada tahap awal atau sebelum pengumpulan data, rumusan masalah dikemukakan secara garis besar yang berfungsi sebagai panduan dalam mengumpulkan data data, kemudian data-data yang bersifat umum tersebut dikumpulkan, setelah itu rumusan masalah dipersempit dan difokuskan sesuai sifat daat yang dkumpulkan. Rumusan masalah yang kedua ini digunakan peneliti sebagai panduan dalam menyusun teori. Sehingga dapat kita ketahui bahwa dalam merumuskan masalah pada penelitian grounded research dilakukan tidak hanya satu kali saja.

b.      Melakukan penjaringan data

Data dalam penelitian grounded research digali dari berbagai fenomena atau perilaku yang sedang berlangsung yang digunakan utnuk melihat prosesnya serta untuk menangkap hal-hal yang bersifat kausalitas/ sebab akibat.

c.       Analisis data

Tahap-tahap analisis data yakni, (a) open coding, peneliti membentuk beberapa kategori awal informasi tentang fenomena yang diteliti dengan memilah-milah data ke dalam jenis yang relevan; (b) axial coding, peneliti memilih salah satu kategori dan memposisikannya sebagai inti fenomena yang sedang diteliti; (c) selective coding, peneliti menulis teori dari berbagai hubungan dari seluruh kategori dalam tahap axial coding sebelumnya.

d.      Penyusunan teori

Dalam proses penyusunan teori meliputi analisa dari hubungan yang terjadi pada keseluruhan kategori yang telah ditemukan sebelumnya. Menurut Creswell (2008) mengemukakan bahwa teori dapat dituliskan dalam bentuk narasi yang menggambarkan kesalingterkaitan seluruh kategor

Judul Paper Penelitian Grounded Theory 

MULTIKULTURALISME DALAM GAME ONLINE
(Studi Kasus Tentang Identitas dan Budaya Popular pada Pengguna Media Game Online "Royal Story" di Facebook)Penelitian ini menganalisis multikulturalisme dalam game online dengan mengambil studi kasus tentang identitas dan budaya popular pada pengguna media game online “Royal Story” di facebook yang saat ini sudah di-like oleh 1.256.170 pengguna media facebook sejak di luncurkan pertama kali per 18 januari 2013. Kaitan antara budaya popular game online dan identitas para penggunanya ini diteliti berdasarkan teori multikulturalisme kritis yang berasal dari buku budaya media cultural studies, identitas, dan politik.

Apa itu Game Online Royal Story?. Royal Story adalah permainan Facebook dari fun+, pencipta populer family farm. Permainan diluncurkan pada 18 januari 2013 dan telah secara bertahap mendapatkan respon positif dari pengguna facebook dan juga muncul sebagai permainan unggulan di facebook. Royal story menampilkan pemain dalam peran seorang avatar pria atau wanita sebagai pewaris kerajaan. Inti plot game ini skitar upaya pemain untuk memulikan kerajaan dari kutukan penyihir jahat dan menyatukan kembali keluarga mereka. Hal ini di capai melalui usaha pertanian, perkebunan, peternakan yang agak konfensional dan membangun sim game play yang beruang yang memang memiliki kemiripan seperti family farm. Tanaman yang di tanam dan di panen, kemudian di umpankan ke binatang, yang menghasilkan sumber daya seperti susu dan telur. Sumber daya dan tanaman tersebut kemudian di kombinasikan dalam berbagai mesin untuk memproduksi produk jadi, yang bisa di jual atau kadang-kadang dapat di gunakan untuk menyelesaikan pencarian atau proyek bangunan.

Jumat, 08 Maret 2019

Fenomenologi




Apa itu fenomenologi?. Fenomenologi adalah sebuah studi dalam bidang filsafat yang mempelajari manusia sebagai sebuah fenomena. Ilmu fenomonologi dalam filsafat biasa dihubungkan dengan ilmu hermeneutik, yaitu ilmu yang mempelajari arti daripada fenomena ini.

Fenomenologi (Phenomenology) merupakan salah satu model penelitian kualitatif yang dikembangkan oleh seorang ilmuan eropa, Edmund sekitar tahun 1935-an (Herdiansyah, 2010:66). Husserl menyatakan, dalam setiap hal, manusia memiliki pemahaman dan penghayatan terhadap setiap fenomena yang didaluinnya dan hal itu sangat berpengaruh terhadap prilakunya (Giorgi & Giorgi, ibid.) Selanjutnya menurut Creswell )2009:20-21), Fenomenologi merupakan strategi penelitian dimana di dalamnya peneliti mengidentifikasi hakikat pengalaman manusia tentang suatu fenomena tertentu.

Creswell memberi satu contoh esensi universal dari suatu fenomena yang menurut saya cukup mudah dipahami, yaitu duka cita. Duka cita adalah fenomena yang dialami oleh individu secara universal. Duka cita memiliki esensi universal yang dialami oleh individu terlepas dari siapa objek yang hilang atau meninggalkannya sehingga sekelompok individu tersebut berduka. Entah orang terdekatnya yang hilang atau hewan peliharaan yang disayanginya, duka cita memiliki esensi universal sehingga sangat mungkin diteliti secara fenomenologi.

Studi Kasus Fenomenologi

Metode Penelitian dari fenomenologi ini adalah PESONA 'MILITER': Analisis Fenomenologis Tentang Kesadaran Latar Belakang Calon Presiden Indonesia Oleh: Sumarni Bayu Anita, S.sos, M.A.

Menurut beliau metode analisi fenomenologis tentang kesadaran latar belakang capres indonesia ditelitin berdasarkan teknik wawancara mendalam yang dilakukan terhadap para informan. Pada penelitian ini, beliau menggunakan 2  kategori informan, yaikni informan kunci dan informan formal.berikut hasil dan pembahasan penelitian yang beliau kaji berdasarkan analisis fenomenologis terhadap lima informan kunci, yakni :


  1. Pelaksanaan Demokrasi di indonesia
  2. pengalaman kepemimpinan presiden
  3. Syarat menjadi presiden Indonesia
  4. pengalaman memilih
  5. Prabowo atau Jokowi
  6. ketakutan mengeluarkan pendapat.....

Minggu, 03 Maret 2019

Etnografi



Metode penelitian etnografi termasuk dalam metode penelitian kualitatif. Kata etnografi berasal dari kata-kata Yunani ethos yang artinya suku bangsa dan graphos yang artinya sesuatu yang ditulis. Menurut Emzir (2012:18) etnografi adalah ilmu penulisan tentang suku bangsa, menggunakan bahasa yang lebih kontemporer, Etnografi dapat diartikan sebagai penulisan tentang kelompok budaya. Menurut Ary, dkk (2010:459) etnografi adalah studi mendalam tentang perilaku alami dalam sebuah budaya atau seluruh kelompok sosial.

 Metode etnografi adalah prosedur penelitian kualitatif untuk menggambarkan, menganalisa, dan menafsirkan unsur-unsur dari sebuah kelompok budaya seperti pola perilaku, kepercayaan, dan bahasa yang berkembang dari waktu ke waktu. Fokus dari penelitian ini adalah budaya. Budaya sendiri menurut LeCompte  dkk (dalam Creswell, 2012:462) adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan perilaku manusia dan keyakinan. Termasuk di dalamnya adalah bahasa, ritual, ekonomi, dan struktur politik, tahapan kehidupan, interaksi, dan gaya komunikasi.

Jadi bisa disimpulkan penelitian etnografi adalah penelitian kualitatif yang meneliti kehidupan suatu kelompok/masyarakat secara ilmiah yang bertujuan untuk mempelajari, mendeskripsikan, menganalisia, dan menafsirkan pola budaya suatu kelompok tersebut dalam hal perilaku, kepercayaan, bahasa, dan pandangan yang dianut bersama.

Studi Kasus Etnografi


MEDIA KOMUNITAS DAN KONSTRUKSI IDENTITAS KELOKALAN
(Studi Kasus Tentang Wongkito.net Bagi Blogger "Wong Kito" di Kota Palembang) Oleh : Sumarni Bayu Anita, S.Sos,M.A

Apa itu wongkito.net?. Wongkito.net adalah satu media komunitas yang ada di Kota Palembang yang fokus pada para bloger yang memiliki kriteria khusus tentang ke-Palembang-an. Data yang diperoleh dari humas Wongkito.net, jumlah media komunitas yang ada di kota palembang sendiri ada sekitar belasan media komunitas, seperti Android Palembang, Kaskus Regional Palembang, iphone Palembang, Komunitas Fotografer Musi (KMF), dan lain-lain.

Penelitian ini dilakukan oleh Sumarni Bayu Anita,S.Sos,M.A menganalisis media komunikasi dan konstruksi identitas kelokalan di kota Palembang dengan mengambil studi kasus tentang Wongkito.net bagi orang Palembang yang juga terkenal dengan sebutan "Wong Kito". Objek penelitian disini adalah para Wongkito dan Media komunitas Wongkito.net itu sendiri.

Tujuan dari penelitian ini menunjukan telah terjadi produksi dan reproduksi pemaknaan terhadap Wong Kito yang mengakibatkan terjadinya perubahan atas pemaknaan budaya media komunitas Wongkito.net bagi masyarakat Kota Palembang itu sendiri.

Sabtu, 02 Maret 2019

Naratif




Menurut Daiute & Lightfoot (2004) dalam Carswell (2007) penelitian naratif mempunyai banyak bentuk dan berakar dari disiplin (ilmu) kemanusiaan dan sosial yang berbeda. Naratif bisa berarti tema yang diberikan pada teks atau wacana tertentu, atau teks yang digunakan dalam konteks atau bentuk penyelidikan dalam penelitian kualitatif (Chase, 2005).Menurut Webster dan Metrova, narasi (narrative) adalah suatu metode penelitian di dalamilmu-ilmu sosial. Inti dari metode ini adalah kemampuannya untuk memahami identitas dan pandangan dunia seseorang dengan mengacu pada cerita-cerita (narasi) yang ia  dengarkan ataupun tuturkan di dalam aktivitasnya sehari-hari.

Penelitian naratif adalah studi tentang cerita. Dalam beberapa hal cerita dapat muncul sebagai catatan sejarah, sebagai novel fiksi, seperti dongeng, sebagai autobi-ographies, dan genre lainnya. Cerita ditulis melelu proses mendengarkan dari orang lain atau bertemu secara langsung dengan pelaku melelui wawancara. Studi tentang cerita dilakukan dalam berbagai disiplin keilmuan, termasuk sastra kritik, sejarah, filsafat, teori organisasi, dan sosial ilmu pengetahuan. Dalam ilmu sosial, cerita dipelajari oleh para antropolog, SOCI- ologists, psikolog, dan pendidik.

Tipe Kajian Naratif 

Jika seorang peneliti berencana melaksanakan kajian naratif maka ia perlu mempertimbangkan tipe kajian naratif yang akan dilaksanakannya. Pendekatan pertama yang digunakan dalam penelitian naratif adalah membedakan tipe penelitian naratif melalui strategi analisis yang digunakan oleh pengarang (Creswell,2007).

Struktur Naratif

Gaya naratif merupakan kekuatan dari riset kualitatif, tekniknya sama dengan bentuk story telling dimana cara penguraian yang menghablurkan batas-batas fiksi, jurnalisme dan laporan akademis, “narratives in story telling modes blur the lines between fiction, jurnalism and scholarly studies. Bentuk penelitian naratif antara lain:

1. Menggunakan pendekatan kronologis seperti menguraikan peristiwa demi peristiwa dibentangkan secara perlahan mengikuti proses waktu (slowly over time), ketika menjelaskan subyek studi mengenai budaya saling-berbagi di dalam kelompok (a ulture-sharingg group), narasi kehidupan seseorang (the narrative of the life of on individual) atau evolusi sebuah program atau sebuah organisaasi (evolution of a program or an organization).

2. Menyempitkan dan memfokuskan pembahasan. Laporan juga bisa seperti pendeskripsian berbagai kejadian, berdasarkan tema-tema atau persepektif tertentu. Gaya naratif, dari studi kualitatif bisa juga mengerangkakan sosial tipikal keseharian hidup seseorang (a typical day in the life)  dari sosok individu atau kelompok.

Contoh Dari Penelitian Naratif

Pada penelitian ini menganalisis artis dan film Indonesia dengan mengambil studi kasus tentang Reza Rahardian sebagai Bacharuddin Jusuf Habibie  dan Bunga Citra Lestari sebagai Hasri Ainun dalam film Habibie dan Aiunun (2012) . Kaitan antara artis dan perkembangan film di Indonesia ini diteliti berdasarkan Teori apakah artis itu dilahirkan atau dibuat berdasarkan dari buku Constructing a sociolgy of the arts karya Vera L. Zolberg(1990), Bab 5 Are artis born or made ?
Objek dari penelitian ini sendiri adalah film Habibie & Ainun yang di sutradarai oleh Faozan Rizal dan di produksi oleh MD Pictures. Dari metode penelitian ini naratif ini bisa dijadikan judul yakni : ARTIS DAN FILM INDONESIA (Studi Kasus Reza Rahardian Sebagai BJ Habibie dan Bunga Citra Lestari Sebagai Hasri Ainun Dalam Film Habibie & Ainun).

Menjadi artis tidak akan pernah lepas dari seni (film) itu sendiri sebagai produk yang ia tawarkan kepada publik yang menikmati karya seninya. Meski dikatakan di awal, bahwa menjadi artis di Indonesia cukup mudah, namun kemudahan itu tidak serta merta menjadi jaminan seorang artis/seniman memiliki waktu yang cukup lama bertahan di dunia keartisannya. sebagaimana di ketahui bahwa seni bisa menjadi inovasi baru atau tradisional, ia bisa saja bena-benar baru dibuat atau merupakan hasil daur ulang dengan juga penggunaan kreatifitas sang astis didalamnya

Sebagai Penonton, bagi Masyarakat Indonesia yang menjadi konsumen seni tersebut, tentu diberikan kesempatan yang besar untuk bebas memilih, menyukai ataupun tidak apa yang disajikan oleh para prosedur seni itu. sehingga untuk para artis baru yang ada, mungkin harusnya bisa lebih meningkatkan kualitas seninya, baik dari aspek psikologis maupun sosiologi, maupun komunikasi sebagaimana yang telah dijelaskan di atas. Hal ini karena seni adalah identitas, dan ketika identitas tersebut tidak bisa dijaga, maka ini bukanlah sebuah kemajuan, melainkan kemunduran dalam kehidupan seni di Indonesia.

Jumat, 01 Maret 2019

Metode Penelitian Komunikasi Kualitatif



Halo teman-teman makasih lho yang udah mampir di blog saya, jadi pada kesempatan ini saya sebagai penulis akan membahas sedikit mengenai tentang medote penelitian kualitatif.

Apa itu kualitatif?.  Penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berfokus pada pemahaman terhadap fenomena sosial yang terjadi di masyarakat. Pada metode penelitian ini, peneliti menggunakan perspektif dari partisipan sebagai gambaran yang diutamakan dalam memperoleh hasil penelitian.

Penelitian Kualitatif ini juga mempunyai beberapa jenis penelitian yakni :

1. Naratif
studi tentang kehidupan individu seperti yang diceritakan melalui kisah-kisah pengalaman mereka, termasuk diskusi tentang makna pengalaman-pengalaman bagi individu. Menurut Webster dan Metrova, narasi (narrative) adalah suatu metode penelitian di dalam ilmu-ilmu sosial. Inti dari metode ini adalah kemampuannya untuk memahami identitas dan pandangan dunia seseorang dengan mengacu pada cerita-cerita (narasi) yang ia dengarkan ataupun tuturkan di dalam aktivitasnya sehari-hari.

2. Fenomenologi
Penelitian fenomenologi mencoba menjelaskan atau mengungkap makna konsep atau fenomena pengalaman yang didasari oleh kesadaran yang terjadi pada beberapa individu. Penelitian ini dilakukan dalam situasi yang alami, sehingga tidak ada batasan dalam memaknai atau memahami fenomena yang dikaji. Menurut Creswell (1998:54), Pendekatan fenomenologi menunda semua penilaian tentang sikap yang alami sampai ditemukan dasar tertentu. Penundaan ini biasa disebut epoche (jangka waktu). Konsep epoche adalah membedakan wilayah data (subjek) dengan interpretasi peneliti. Konsep epoche menjadi pusat dimana peneliti menyusun dan mengelompokkan dugaan awal tentang fenomena untuk mengerti tentang apa yang dikatakan oleh responden.

3. Grounded theory
Walaupun suatu studi pendekatan menekankan arti dari suatu pengalaman untuk sejumlah individu, tujuan pendekatan grounded theory adalah untuk menghasilkan atau menemukan suatu teori yang berhubungan dengan situasi tertentu . Situasi di mana individu saling berhubungan, bertindak, atau terlibat dalam suatu proses sebagai respon terhadap suatu peristiwa. Inti dari pendekatan grounded theory adalah pengembangan suatu teori yang berhubungan erat kepada konteks peristiwa dipelajari.

4. Etnografi
Etnografi adalah uraian dan penafsiran suatu budaya atau sistem kelompok sosial. peneliti menguji kelompok tersebut dan mempelajari pola perilaku, kebiasaan, dan cara hidup. Etnografi adalah sebuah proses dan hasil dari sebuah penelitian. Sebagai proses, etnografi melibatkan pengamatan yang cukup panjang terhadap suatu kelompok, dimana dalam pengamatan tersebut peneliti terlibat dalam keseharian hidup responden atau melalui wawancara satu per satu dengan anggota kelompok tersebut. Peneliti mempelajari arti atau makna dari setiap perilaku, bahasa, dan interaksi dalam kelompok.

5. Studi kasus
Penelitian studi kasus adalah studi yang mengeksplorasi suatu masalah dengan batasan terperinci, memiliki pengambilan data yang mendalam, dan menyertakan berbagai sumber informasi. Penelitian ini dibatasi oleh waktu dan tempat, dan kasus yang dipelajari berupa program, peristiwa, aktivitas, atau individu.

Disini saya sebagai penulis juga akan membahas beberapa metode pengumpulan data dalam penelitian kualitatif yaitu :

(1) Wawancara
Wawancara merupakan alat re-cheking atau pembuktian terhadap informasi atau keterangan yang diperoleh sebelumnya. Tehnik wawancara yang digunakan dalam penelitian kualitatif adalah wawancara mendalam. Wawancara mendalam (in–depth interview) adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab sambil bertatap muka antara pewawancara dengan informan atau orang yang diwawancarai, dengan atau tanpa menggunakan pedoman (guide) wawancara, di mana pewawancara dan informan terlibat dalam kehidupan sosial yang relatif lama.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan seorang peneliti saat mewawancarai responden adalah intonasi suara, kecepatan berbicara, sensitifitas pertanyaan, kontak mata, dan kepekaan nonverbal. Dalam mencari informasi, peneliti melakukan dua jenis wawancara, yaitu autoanamnesa (wawancara yang dilakukan dengan subjek atau responden) dan aloanamnesa (wawancara dengan keluarga responden). Beberapa tips saat melakukan wawancara adalah mulai dengan pertanyaan yang mudah, mulai dengan informasi fakta, hindari pertanyaan multiple, jangan menanyakan pertanyaan pribadi sebelum building raport, ulang kembali jawaban untuk klarifikasi, berikan kesan positif, dan kontrol emosi negatif.

(2) Observasi
Beberapa informasi yang diperoleh dari hasil observasi adalah ruang (tempat), pelaku, kegiatan, objek, perbuatan, kejadian atau peristiwa, waktu, dan perasaan. Alasan peneliti melakukan observasi adalah untuk menyajikan gambaran realistik perilaku atau kejadian, untuk menjawab pertanyaan, untuk membantu mengerti perilaku manusia, dan untuk evaluasi yaitu melakukan pengukuran terhadap aspek tertentu melakukan umpan balik terhadap pengukuran tersebut.

(3) Dokumen
Sejumlah besar fakta dan data tersimpan dalam bahan yang berbentuk dokumentasi. Sebagian besar data yang tersedia adalah berbentuk surat-surat, catatan harian, cenderamata, laporan, artefak, foto, dan sebagainya. Sifat utama data ini tak terbatas pada ruang dan waktu sehingga memberi peluang kepada peneliti untuk mengetahui hal-hal yang pernah terjadi di waktu silam. Secara detail bahan dokumenter terbagi beberapa macam, yaitu otobiografi, surat-surat pribadi, buku atau catatan harian, memorial, klipping, dokumen pemerintah atau swasta, data di server dan flashdisk, data tersimpan di website, dan lain-lain.





Mungkin itu saja yang bisa saya tulis di blog ini, dan mohon maaf apa bila ada kekurangan terhadap apa yang saya tulis di dalam blog ini, karna saya sendiripun masih dalam tahap pembelajaran di mata kuliah metode penelitian kuantitatif. saya harap kepada pembaca atau pengunjung yang mampir di blog saya ini bisa membatu kalian yaa, see you next time :)

Perbedaan Penelitian Kuantitaitf Dan Kualitatif

Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bersifat eksploratif, yaitu bertujuan untuk memahami kondisi dan pemikiran masyarakat pa...