Senin, 25 Maret 2019

Perbedaan Penelitian Kuantitaitf Dan Kualitatif



Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bersifat eksploratif, yaitu bertujuan untuk memahami kondisi dan pemikiran masyarakat pada umumnya. Contohnya dengan cara mengadakan survei dan kuisioner dengan pertanyaan terbuka, serta proses wawancara. Dengan melakukan penelitian kualitatif ini, diharapkan supaya peneliti bisa lebih mengerti gambaran luas sebuah persoalan, dan lebih mengetahui penyebab atau alasan dari sebuah situasi.

Pertanyaan terbuka sangat sering digunakan dalam survei kualitatif, karena dapat menghasilkan jawaban-jawaban terbuka yang dapat menambah wawasan serta pemahaman terhadap sebuah situasi.

Tujuan utama penelitian ini adalah understanding, yaitu mendapat pemahaman yang lebih luas. Dari hasil penelitian kualitatif ini, biasanya dapat diambil sebuah kesimpulan. Contohnya, dari hasil survei tentang pendapat pembeli dari produk X, dan setelah mewawancarai beberapa pembeli, ternyata diketahui bahwa kemasan produk X kurang menarik.

Data kualitatif yang diperoleh bisa berupa teks, gambar, audio, video. Misalnya, dalam penelitian yang memerlukan proses wawancara, biasanya sesi wawancara tersebut direkam dengan menggunakan kamera dan mic, sehingga dihasilkan rekaman suara dan video.

Sedangkan Penelitian kuantitatif merupakan penelitian untuk menghitung dan mengukur sebuah aspek, tentunya aspek-aspek yang bisa diukur menggunakan angka atau persentase. Contoh data kuantitatif pada umumnya adalah panjang, lebar, tinggi, luas, volum, waktu, kecepatan, harga, temperatur, usia, dan lain sebagainya.

Contoh lain adalah pada survei atau penyebaran kuisioner, menyertakan pertanyaan tertutup seperti pilihan ganda, atau pertanyaan yang jawabannya adalah ya atau tidak. Dari kuisioner tersebut, bisa didapat berapa jumlah responden yang menjawab ya, dan berapa banyak yang menjawab tidak. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan mana jawaban yang termasuk mayoritas.

Tujuan dari penelitian ini adalah mengumpulkan data yang kemudian bisa diolah menggunakan teori, model, dan rumus matematika, sehingga dapat diambil sebuah kesimpulan yang pasti.

Data kuantitatif yang diperoleh hanya berupa angka atau persentase. Misalnya, dari 50 survei yang disebarkan, 30 orang menjawab ya, 20 orang menjawab tidak, berarti persentasenya adalah 60% ya, 40% tidak.

Contoh Data Kualitatif

Data kualitatif adalah data yang bersifat deskripsi, pendapat, atau opini. Data kuantitatif bisa berupa teks, gambar, audio, video. Berikut ini adalah contoh-contoh data kualitatif yang bisa dikumpulkan:

1. Pendapat masyarakat tentang masalah pengganguran di Indonesia
2. Kepuasan pelanggan terhadap pelayanan sebuah restoran
3. Alasan dan motivasi konsumen membeli sebuah produk
4. Hasil wawancara (interview) seseorang tentang pengalaman kerja
5. Kritik dan saran mahasiwa kepada seorang dosen
6. Tingkat stres dan kekhawatiran seorang pasien
7. Pandangan masyarakat terhadap kinerja sebuah perusahaan
Contoh Data Kuantitatif

Data kuantitatif adalah semua data yang bersifat numerik, yaitu berupa angka dan dapat diukur. Contoh umumnya adalah panjang, lebar, tinggi, luas, volum, waktu, kecepatan, harga, temperatur, usia, dan lain sebagainya. Berikut ini adalah contoh-contoh data kuantitatif yang bisa diperoleh, beberapa data dapat dibandingkan dengan contoh data kuantitatif di atas

1. Persentase tingkat pengangguran di Indonesia (Perbandingan jumlah penduduk yang tidak mempunyai pekerjaan dengan jumlah penduduk total di Indonesia)
Banyaknya pelanggan yang tidak puas terhadap pelayanan di restoran
2. Seberapa banyak orang yang membeli sebuah produk
3. Berapa tahun pengalaman kerja seseorang
4. Banyaknya mahasiswa yang puas dengan sistem pengajaran seorang dosen
5. Tingkat gula darah seorang pasien
6.. Harga saham sebuah perusahaan
Contoh Penelitian Kualitatif

 A. Survei Restoran

Restoran X ingin mengetahui pendapat dari para pelanggan terhadap menu makanannya. Karena itu, restoran X mengeluarkan kuisioner yang sebagian besar berisi pertanyaan-pertanyaan terbuka, sebagai berikut:

1. Makanan apa yang menjadi favorit anda?
2. Mengapa anda memilih makanan tersebut?
3. Makanan apa yang pernah anda pesan, dan rasanya kurang enak?
4. Apakah penyebab rasa yang kurang enak tersebut? (misal, kurang asin, atau terlalu manis)
5. Makanan apa yang anda suka dan ingin memesannya, tetapi tidak ada pada menu restoran ini?

Dari hasil kuisioner ini, dapat diambil sebuah kesimpulan yang bisa ditindak-lanjuti. Misal, sebagian besar responden menyatakan bahwa menu nasi goreng rasanya kurang enak, dan juga menjawab bahwa menu nasi goreng tersebut terlalu asin. Restoran A dapat dengan mudah melakukan tindak lanjut, misalnya dengan mengurangi penggunaan garam pada nasi goreng.

B. Wawancara Perusahaan

Perusahaan Y ingin mengetahui tingkat kebahagiaan pegawainya serta ingin meningkatkan loyalitas para pegawainya. Untuk itu, perusahaan Y mengadakan sesi wawancara kepada sebagian besar pegawainya. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dalam wawancara tersebut mengandung pertanyaan-pertanyaan terbuka seperti berikut:

1. Apa keuntungan anda bekerja di perusahaan ini?
2. Apa yang membuat anda betah bekerja di perusahaan ini selama sekian tahun?
3. Apa kelebihan bekerja di perusahaan ini, dibandingkan dengan rekan-rekan anda di perusahaan lain?
4. Apa keluhan-keluhan anda dalam sekian tahun ini bekerja?

Hal apa yang bisa diperbaiki atau dibenahi dalam perusahaan ini?
Dari hasil wawancara ini, perusahaan Y bisa mengetahui alasan pegawainya bekerja di perusahaan tersebut. Selain itu, perusahaan Y bisa mengetahui hal-hal yang kurang baik dan perlu diperbaiki. Hasil wawancara ini sangat membantu perusahaan Y untuk memahami para pegawainya, dan kemudian perusahaan Y bisa menindak-lanjuti dan membenahi hal-hal yang menjadi keluhan para pegawainya.


Contoh Penelitian Kuantitatif

A. Survei Kesehatan

Perusahaan Y ingin mengetahui tingkat kesehatan pegawainya. Untuk itu, perusahaan membuat sebuah survei, yang sebagian besar pertanyaannya adalah pertanyaan tertutup (pilihan ganda). Contoh-contoh pertanyaan dalam survei tersebut adalah sebagai berikut

1. Apakah anda merokok?
               
            * Ya
             
            * Tidak

2. Seberapa sering anda meminum alkohol?

           * Tidak pernah
           
           * Satu kali dalam sebulan

           * Satu kali dalam seminggu

           * Tiga kali dalam seminggu

           * Lebih dari tiga kali dalam seminggu


3. Apakah anda pernah menggunakan narkoba?

           * Ya

           * Tidak

Dari pertanyaan-pertanyaan ini, akan didapat hasil survey dengan jumlah pasti. Kesimpulan yang didapat berupa angka atau persentase, misalnya, jumlah pegawai yang merokok adalah 40%.

B. Mengukur Demografi Usia

Jumlah penduduk Amerika Serikat pada pertengahan tahun 2016 berjumlah 323.700.000. Peneliti ingin menggolongkan jumlah ini berdasarkan tiga grup usia, yaitu usia dibawah 14 tahun, usia 15 hingga 64 tahun, dan usia diatas 65 tahun. Dengan bantuan konsensus dan pemerintah, ditemukan hasil sebagai berikut:

Usia dibawah 14 tahun: 19.4%
Usia 15 – 64 tahun: 66.2%
Usia diatas 65 tahun: 14.4%

Pembukaan S2 Ilmu Komunikasi STISIPOL Candradimuka Palembang


Pada kesempatan ini saya akan membahas tentang Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Politik (Stisipol) Candradimuka Palembang yang telah membuka Program Pasca Sarjana S2 dalam bidang Ilmu Komunikasi . Program yang akan membuka angkatan pertama ini juga telah menerima Surat Keputusan Pendirian S2 Ilmu Komunikasi di Stisipol Candradimuka yang diserahkan langsung oleh Kepala LLDIKTI Wilayah II Prof. Dr. Slamet Widodo, M.S., M.M dan langsung diterima oleh Ketua STISIPOL Candradimuka Ibu Dr. Hj. Lishapsari Prihatini, M.Si didampingi Ketua Yayasan Seni dan Ilmu Pengetahuan Bapak H. Yudi Dewanto, S.E, pada Kamis, (14/3/2019) lalu di Hotel Novotel Bandar Lampung.

Waktu pendaftarannya sendiri dibuka setiap hari Senin sampai Sabtu, pukul 08.30 WIB sampai dengan pukul 17.30 di Kantor Administrasi Program Studi S2 Ilmu Komunikasi Gedung A STISIPOL Candradimuka, Jalan Swadaya Sekip Ujung Palembang, 30128. Ada tes tertulis dan wawancara, pada tanggal 3 Agustus (Gelombang I) yang diumumkan pada tanggal 15 Agustus, serta diharuskan membayar sekaligus registrasi ulang di 16 – 20 Agustus dan lebih kerennya lagi ada diskon dengan hanya tunjukan kartu identitas wartawan dapat diskon spesial  kuliah S2 di Stisipol Candradimuka Palembang.  Link buat baca lebih lanjut http://palembang.tribunnews.com/2019/03/23/tunjukkan-kartu-identitas-wartawan-dapat-diskon-spesial-kuliah-s2-di-stisipol-candradimuka-palembang

Ayo Segera Daftarkan diri kalian ke Pasca Sarjana Ilmu Komunikasi STISIPOL Candradimuka Palembang. Bagi yg Merupakan Alumni Stisipol Candradimuka akan Mendapatkan Potongan Diskon!!!



Minggu, 24 Maret 2019

Creativepreneur Millennials Bersama All New Ertiga

Setelah di tahun 2018 kemarin, Suzuki menghadirkan wajah baru All New Ertiga kini di tahun 2019 PT Suzuki Indomobil Sales menghadirkan All New Ertiga Sport.

All New Suzuki Ertiga Sport ini sendiri secara resmi diperkenalkan kepada masyarakat Palembang langsung oleh PT Nusa Sarana Citra Bakti.  Main dealer Suzuki area Sumatera Selatan ini  melaunching Suzuki All New Ertiga Sport di kota Palembang pada Minggu siang, 24 Maret 2019, di main atrium Palembang Indah Mall.






“Kebanggan Keluarga” varian teranyar ini tampil modern, lebih agresif dan sporty dengan sebelas pembaruan fitur mutakhir yang semakin memberikan kenyamanan dan keamanan untuk konsumen.

Pada acara tersebut hadirnyarnya youtuber Gofar Hilham untuk meramaikan acara Talk Show mengenai Launching Suzuki All New Ertiga Sport.

Sabtu, 23 Maret 2019

Analisis Wacana

Analisis wacana adalah sebuah kajian yang menenliti atau menganalisis bahasa yang digunakan secara alamiah,baik dalam bentuk tulis maupun lisan terhadap para pengguna sebagai suatu elemen masyarakat. Kajian terhadap suatu wacana dapat dilakukan secara struktural dengan menghubungkan antara teks dan konteks, serta melihat suatu wacana secara fungsional dengan menganalisis tindakan yang dilakukan seseorang untuk tujuan tertentu untuk memberikan makna kepada partisipan yang terlibat. Data yang digunakan dalam analisis wacana yaitu dengan cara berfokus kepada pengkontruksian secara kewacanaan yang meliputi teks tulis yang berupa ragam tulisan, dan teks lisan yang berupa ragam tuturan.


Manfaat Analisis wacana yaitu untuk memahami suatu bahasa yang tentu bermanfaat dalam proses belajar bahasa dan perilaku berbahasa serta meningkatkan pemerolehan kompetensi komunikatif.
Analisis wacana memungkinkan kita melihat bagaimana pesan diorganisasikan, digunakan serta dipahami. Selain itu, analisis wacana juga dapat memungkinkan kita melacak variasi cara yang digunakan oleh komunikator baik penulis, pembicara dan sutradara dalam mencapai tujuan atau maksud tertentu melalui pesan berisi wacana-wacana tertentu yang disampaikan.

Jenis-Jenis Analisis Wacana 

1. Wacana Respresentasi

Wacana Respresentasi (discourse of representation) adalah jenis wacana ini bersifat positivistik modernisme. Peneliti terpisah dari objek yang diteliti dan mempersepsi objek serta membuat representasi realitas dalam bentuk pengungkapan bahasa dan tidak bersifat kritikal.


2. Wacana Pemahaman
Wacana pemahaman atau wacana interpretif (discourse of postmodernism) adalah jenis wacana ini bersifat interpretive modernism. Antara peneliti dengan objek atau realitas yang diteliti tidak terpisah. Realitas didefiniskan oleh peneliti melalui interaksi antara yang mengetahui subjek penelitian atau informan dengan pengetahuan terutama dari sumber-sumber literatur. Peneliti menstruktur observasi yang diketahui atau realitas dan tidak bersifat kritikal.

3. Wacana Keragu-raguan

Wacana keragu-raguan (discourse of suspicion) adalah jenis wacana ini bersifat struktural dan critical modernism. Peneliti mengkonstruksi realitas berdasarkan frame social arrangement dan bersifat kritikal.

4. Wacana Posmodernisme

Wacana posmodernisme (discourse of posmodernisme) adalah jenis wacana yang bersifat poststructural dengan menolak segala social arrangement dan bersifat kritikal.

Judul paper yang di kemukakan adalah ANALISIS WACANA KRITIS IDEOLOGI POLITIK: STUDI KASUS TERHADAP KUIS KEBANGSAAN WIN-HT DI RCTI Oleh: Sumarni Bayu Anita, S.Sos, M.A. Analisis wacana muncul sebagai suatu pendekatan ilmu-ilmu sosial sekurang-kurangnya dalam lima belas tahun terakhir. Sampai tingkat tertentu, dia merupakan penerapan praktis dari apa yg di kenal sebagai epistomologi dalam studi filsafat. Analisis wacana kritis ideologi politik terhadap kuis kebangsaan WIN-HT di RCTI pada paper ini akan diteliti berdasarkan analisis teks yang mempertemukan berbagai teori-teori analisis wacana kritis terutama yang berkaitan dengan ideologi politik.

Kesimpulan

Tidak ada yang pro sesungguhnya dengan kuis Kebangsaan  WIN-HT di RCTI ini, bahkan redaksi RCTI pun dalam pernyataannya dalam kompleks preferensi pun merasa tidak tahu-menahu akan isi tayangan yang mereka golongkan sebagai iklan individu tersebut.

Kamis, 21 Maret 2019

Studi Kasus

Dalam tradisi penelitian kualitatif dikenal terminologi studi kasus (case study) sebagai sebuah jenis penelitian. Studi kasus diartikan sebagai  metode atau strategi dalam penelitian untuk mengungkap kasus tertentu. Ada juga pengertian lain, yakni hasil dari suatu penelitian sebuah kasus tertentu. Jika pengertian pertama lebih mengacu pada strategi penelitian, maka pengertian kedua lebih pada hasil penelitian.



Menurut Bogdan dan Bikien (1982) studi kasus merupakan pengujian secara rinci terhadap satu latar atau satu orang subjek atau satu tempat penyimpanan dokumen atau satu peristiwa tertentu . Surachrnad (1982) membatasi pendekatan studi kasus sebagai suatu pendekatan dengan memusatkan perhatian pada suatu kasus secara intensif dan rinci. SementaraYin (1987) memberikan batasan yang lebih bersifat teknis dengan penekanan pada ciri-cirinya. Ary, Jacobs, dan Razavieh (1985) menjelasan bahwa dalam studi kasus hendaknya peneliti berusaha menguji unit atau individu secara mendalarn. Para peneliti berusaha menernukan sernua variabel yang penting.

Berdasarkan batasan tersebut dapat dipahami bahwa batasan studi kasus meliputi:
1. sasaran penelitiannya dapat berupa manusia, peristiwa, latar, dan dokume
2. sasaran-sasaran tersebut ditelaah secara mendalam sebagai suatu totalitas sesuai dengan latar atau konteksnya masing-masing dengan maksud untuk mernahami berbagai kaitan yang ada di antara variabel-variabelnya.

 Beberapa Manfaat Penelitian Studi Kasus
1. Studi Kasus merupakan sarana utama bagi penelitian emik, yakni menyajikan pandangan subjek yang diteliti,

2. Studi Kasus menyajikan uraian menyeluruh yang mirip dengan apa yang dialami pembaca dalam kehidupan sehari-hari (everyday real-life),

3. Studi Kasus merupakan sarana efektif untuk menunjukkan antara peneliti dengan subjek atau informan,

4. Studi Kasus memungkinkan pembaca untuk menemukan konsistensi internal yang tidak hanya merupakan konsistensi gaya dan konsistensi faktual tetapi juga keterpercayaan (trustworthiness),

5. Studi Kasus memberikan “uraian tebal” yang diperlukan bagi penilaian atas tranferabilitas,

6. Studi Kasus terbuka  bagi penilaian atas konteks yang turut berperan bagi pemaknaan atas fenomena dalam konteks tersebut.

Jenis-jenis Studi Kasus 
a. Studi kasus kesejarahan mengenai organisasi, dipusatkan pada perhatian organisasi

tertentu dan dalam kurun waktu tertentu, dengan rnenelusuni perkembangan organisasinya. Studi mi sening kunang memungkinkan untuk diselenggarakan, karena sumbernya kunang mencukupi untuk dikerjakan secara minimal.

b. Studi kasus observasi, mengutamakan teknik pengumpulan datanya melalul observasi peran-senta atau pelibatan (participant observation), sedangkan fokus studinya pada suatu organisasi tertentu.. Bagian-bagian organisasi yang menjadi fokus studinya antara lain: (a) suatu tempat tertentu di dalam sekolah; (b) satu kelompok siswa; (c) kegiatan sekolah.

c. Studi kasus sejarah hidup, yang mencoba mewawancarai satu onang dengan maksud mengumpulkan narasi orang pertama dengan kepemilikan sejarah yang khas. Wawancara sejarah hiclup biasanya mengungkap konsep karier, pengabdian hidup seseorang, dan lahir hingga sekarang. masa remaja, sekolah. topik persahabatan dan topik tertentu lainnya.

d. Studi kasus kemasyarakatan, merupakan studi tentang kasus kemasyarakatan (community study) yang dipusatkan pada suatu lingkungan tetangga atau masyarakat sekitar (kornunitas), bukannya pada satu organisasi tertentu bagaimana studi kasus organisasi dan studi kasus observasi.

Judul paper yang di buat oleh Sumarni Bayu Anit, S.Sos, M.A adalah : ANALISIS PERENCANAAN & STRATEGI KOMUNIKASI BIROKRASI: STUDI KASUS TENTANG IMPLEMENTASI PROGRAM JENJANG JABATAN AKADEMIK DOSEN DI KOPERTIS WILAYAH II PALEMBANG

Metodologi Penelitian

Berdasarkan tulisan Creswell (2010(, maka penelitian ini termasuk penelitian dengan pendekatan kualitatif karena ingin memahami bagaimana kopertis Wilayah II Palembang melaksanakan perencanaan dan strategi komunikasi birokrasi dalam pengimplentasian program JJA Dosen yang berada di lingkungannya. Secaralugas, rancangan penelitian dalam penelitian ini, yaitu:

1. Asumsi-asumsi pandangan dunia filosofisnya adalah pragmatisme. Menurut Creswell (2010:15-17), pragmatisme sebagai pola pikir muncul dalam tindakan, situasi, dan konsekunsei serta solusi terhadap masalah-masalah yang muncul.

2. Strategi penelitian yang berhubungan asumsi-asumsi tersebut adalah studi kasus. Creswell (2010:20) menyatakan bahwa studi kasus merupakan strategi penelitian dimana di dalamnya peneliti menyelidiki  secara cermat suatu program, peristiwa, aktivitas, proses,  atau sekelompok individu.

3. Metode atau prosedur-prosedur spesifik yang dapat menerjemahkan strategi tersebut ke dalam praktik nyatanya adalah wawancara dan studi literatur. Wawancara dilakukan untuk memperoleh data primer langsung dari informan kunci, sedangkan studi literatur dilakukan untuk memperoleh data sekunder melalui bermacam sumber tertulis seperti laporan hasil penelitian, buku, dan tulisan-tulisan di internet.


  Hasil Analisis & Diskusi.

Sekarang kebutuhan tenaga spesialis untuk menggerakkan program komunikasi makin banyak diperlukan. kebutuhan ini tidak saja untuk menjalankan program kehumasan di lembaga-lembaga pemerintahan dan perusahaan swasta (corporate) untuk kebutuhan pencitraan atau penanganan konflik antara media dengan instasi, tapi lebih jauh pada usaha-usaha untuk meningkatkan pemahaman atas sebuah kampanye atau program sehingga tujuan dapat di capai. dari berbagai pengalaman dalam melaksanakan program-program pembangunan tidak sedikit yang mengalami kegagalan akibat dukungan komunikasi yang kurang atas program tersebut. berdasarkan pemahaman itu yang di pandu dengan teori mengenai perencanaan komunikasi difusi inovasi oleh Everett M. Rogers.

  Kesimpulan

tidak ada model perencanaan komunikasi yang dapat di gunakan secara universal (tidak ada yang ideal) melainkan sesuai dengan kondisi dan realitas yang ada. perencaan dan strategi komunikasi perlu dibuat untuk menggantisipasi gangguan dan rintangan yang terjadi dalam sebuah program yang dilakukan. dari penelitian ini, di peroleh hasil bahwa kopertis wilayah II palembang sudah melaksanakan program JJA dosen dengan baik sesuai dengan kebijakan komunikasi yang di amanahkan oleh kemendikbud melalui permenpan nomor 17 tahun 2013. kopertis wilayah II palembang juga sudah berusaha melakukan koordinasi yang baik dengan pimpinan-pimpinan PTS yang berada dibawah naungannya untuk mensosialisasikan kepada para dosen mereka agar aktif dalam program JJA dosen. kalaupun masih di temukan kendala ditubuh kopertis sendiri, maka dari hasil penelitian ini diketahui bahwa dari 8 macam rintangan yang di klasifikasikan oleh Canggara (2013: 37-39), adapun rintangan yang paling besar yang dihadapi oleh kopertis wilayah II palembang dalam implementasi program JJA dosen adalah rintangan birokrasi.

Selasa, 19 Maret 2019

Agenda Seting

Agenda setting adalah upaya media untuk membuat pemberitaannya tidak semata-mata menjadi saluran isu dan peristiwa. Ada strategi, ada kerangka yang dimainkan media sehingga pemberitaan mempunyai nilai lebih terhadap persoalan yang muncul. Idealnya, media tak sekedar menjadi sumber informasi bagi publik. Namun juga memerankan fungsi untuk mampu membangun opini publik secara kontinyu tentang persoalan tertentu, menggerakkan publik untuk memikirkan satu persoalan secara serius, serta mempengaruhi keputusan para pengambil kebijakan. Di sinilah kita membayangkan fungsi media sebagai institusi sosial yang tidak melihat publik semata-mata sebagai konsumen.


Dan Agenda Setting Theory adalah teori yang menyatakan bahwa media massa merupakan pusat penentuan kebenaran dengan kemampuan media massa untuk mentransfer dua elemen yaitu kesadaran dan informasi ke dalam agenda publik dengan mengarahkan kesadaran publik serta perhatiannya kepada isu-isu yang dianggap penting oleh media massa.

Dua asumsi dasar yang paling mendasari penelitian tentang agenda setting adalah:

1. masyarakat pers dan mass media tidak mencerminkan kenyataan; mereka menyaring dan membentuk isu

2.  konsentrasi media massa hanya pada beberapa masalah masyarakat untuk ditayangkan sebagai isu-isu yang lebih penting daripada isu-isu lain


Tahapan pembentukan Agenda Setting

Gladys Engel Lang dan Kurt Lang seperti yang dikutip dari buku Alex Sobur (2012) melakukan penelitian antara hubungan pers dan pembentukan opini publik pada skandal Watergate. Penelitian tersebut menyatakan proses penempatan isu pada agenda publik memakan waktu dan melalui beberapa tahap. Penelitian itu juga menyatakan bahwa cara media membingkai isu dan kata-kata sandi yang mereka gunakan ntuk menggambarkannya dapat mempunyai dampak dan bahwa peran-peran individu-individu terkenal yang berkomentar pada isu tersebut menjadi sesuatu yang penting


Salah satu aspek yang paling penting dalam konsep agenda setting adalah peran fenomena komunikasi massa, berbagai media massa memiliki penentuan agenda yang potensial berbeda termasuk intervensi dari pemodal
Judul Papernya adalah PROSTITUSI ARTIS ONLINE DALAM KONSTRUKSI REALITAS SOSIAL (Studi Kasus Tertangkapnya Artis AA dalam Bingkai Harian Sriwijaya Post) Oleh: Sumarni Bayu Anita, S.Sos, M.A.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membongkar isu dari prostitusi online ini melalui teori konstruksi sosialnya berger dan luckman yang menekankan pada bagian interaksi sosial yang dialektis dari tiga bentuk realitas yang menjadi entry concpet, yakni objective reality, symbolic reality, dan subjective reality

Senin, 18 Maret 2019

Ulang Tahun Dosen Pengampu Mk MPK


Halo semuanya apa kabar semoga sehat selalu amin. Jadi pada kesempatan ini saya sebagai penulis akan berbagi cerita  mengenai hari ulang tahun salah satu dosen Stisipol Candradimuka Palembang yakni Sumarni Bayu Anita, S.Sos, M.A yang ke 35 Tahun.

Teruntuk Dosen yang saya banggakan  selamat atas ulang tahunnya yang ke 35 Tahun, semoga sehat selalu, panjang umurnya, murah rezeki, apa yang diinginkan ditahun ini dikabulkan oleh tuhan, dan karirpun selalu melambung tinggi Amin.

Jadi pada hari rabu tepatnya pada jam mata kuliah selesai kami dari jurusan Ilmu komunikasi semester 6 memberikan kejutan kecil terhadap Ibu Bayu Anita, S.Sos, M.A . Kami sengaja memberikan kejutan di akhir jam kuliah selesai, kami dari kelas pagi semester 6 memberikan kue ulang tahun dan kami memang sengaja untuk memberikan kejutan itu di akhir jam kelas usai karna supaya tidak mengganggu situasi saat pembelajaran di kelas. Setelah usai kami memberikan kejutan tersebut kami melakukan foto bersama di ruangan kelas tersebut.

Perbedaan Penelitian Kuantitaitf Dan Kualitatif

Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bersifat eksploratif, yaitu bertujuan untuk memahami kondisi dan pemikiran masyarakat pa...