Sabtu, 23 Maret 2019

Analisis Wacana

Analisis wacana adalah sebuah kajian yang menenliti atau menganalisis bahasa yang digunakan secara alamiah,baik dalam bentuk tulis maupun lisan terhadap para pengguna sebagai suatu elemen masyarakat. Kajian terhadap suatu wacana dapat dilakukan secara struktural dengan menghubungkan antara teks dan konteks, serta melihat suatu wacana secara fungsional dengan menganalisis tindakan yang dilakukan seseorang untuk tujuan tertentu untuk memberikan makna kepada partisipan yang terlibat. Data yang digunakan dalam analisis wacana yaitu dengan cara berfokus kepada pengkontruksian secara kewacanaan yang meliputi teks tulis yang berupa ragam tulisan, dan teks lisan yang berupa ragam tuturan.


Manfaat Analisis wacana yaitu untuk memahami suatu bahasa yang tentu bermanfaat dalam proses belajar bahasa dan perilaku berbahasa serta meningkatkan pemerolehan kompetensi komunikatif.
Analisis wacana memungkinkan kita melihat bagaimana pesan diorganisasikan, digunakan serta dipahami. Selain itu, analisis wacana juga dapat memungkinkan kita melacak variasi cara yang digunakan oleh komunikator baik penulis, pembicara dan sutradara dalam mencapai tujuan atau maksud tertentu melalui pesan berisi wacana-wacana tertentu yang disampaikan.

Jenis-Jenis Analisis Wacana 

1. Wacana Respresentasi

Wacana Respresentasi (discourse of representation) adalah jenis wacana ini bersifat positivistik modernisme. Peneliti terpisah dari objek yang diteliti dan mempersepsi objek serta membuat representasi realitas dalam bentuk pengungkapan bahasa dan tidak bersifat kritikal.


2. Wacana Pemahaman
Wacana pemahaman atau wacana interpretif (discourse of postmodernism) adalah jenis wacana ini bersifat interpretive modernism. Antara peneliti dengan objek atau realitas yang diteliti tidak terpisah. Realitas didefiniskan oleh peneliti melalui interaksi antara yang mengetahui subjek penelitian atau informan dengan pengetahuan terutama dari sumber-sumber literatur. Peneliti menstruktur observasi yang diketahui atau realitas dan tidak bersifat kritikal.

3. Wacana Keragu-raguan

Wacana keragu-raguan (discourse of suspicion) adalah jenis wacana ini bersifat struktural dan critical modernism. Peneliti mengkonstruksi realitas berdasarkan frame social arrangement dan bersifat kritikal.

4. Wacana Posmodernisme

Wacana posmodernisme (discourse of posmodernisme) adalah jenis wacana yang bersifat poststructural dengan menolak segala social arrangement dan bersifat kritikal.

Judul paper yang di kemukakan adalah ANALISIS WACANA KRITIS IDEOLOGI POLITIK: STUDI KASUS TERHADAP KUIS KEBANGSAAN WIN-HT DI RCTI Oleh: Sumarni Bayu Anita, S.Sos, M.A. Analisis wacana muncul sebagai suatu pendekatan ilmu-ilmu sosial sekurang-kurangnya dalam lima belas tahun terakhir. Sampai tingkat tertentu, dia merupakan penerapan praktis dari apa yg di kenal sebagai epistomologi dalam studi filsafat. Analisis wacana kritis ideologi politik terhadap kuis kebangsaan WIN-HT di RCTI pada paper ini akan diteliti berdasarkan analisis teks yang mempertemukan berbagai teori-teori analisis wacana kritis terutama yang berkaitan dengan ideologi politik.

Kesimpulan

Tidak ada yang pro sesungguhnya dengan kuis Kebangsaan  WIN-HT di RCTI ini, bahkan redaksi RCTI pun dalam pernyataannya dalam kompleks preferensi pun merasa tidak tahu-menahu akan isi tayangan yang mereka golongkan sebagai iklan individu tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Perbedaan Penelitian Kuantitaitf Dan Kualitatif

Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bersifat eksploratif, yaitu bertujuan untuk memahami kondisi dan pemikiran masyarakat pa...